Belajar Branding dari Taylor Swift


Hari ini postingan Kanda Fajar akan lain dari biasanya. Seringnya kan Kanda Fajar posting soal Movie-Movie gitu kan, ya? Nah sekarang Kanda Fajar mau posting soal hal-hal lain seputar dunia hiburan selain film. Masih nyerempet-nyerempet sama bisnis sih bahasannya. Semoga aja kalian ga bosen bacanya.

Buat yang suka sama baca berita di Internet kalian pasti tahu kalau baru-baru ini si mbak Taylor Swift bikin surat gitu buat Apple. Buat kalian yang mikirnya surat cinta, sayang sekali kalian salah. Soalnya kalau bener, dikirimnya pasti ke Kanda Fajar.

Surat ini isinya sih tentang uneg-uneg doi soaln maraknya streamin musik di Amerika Sono. Kan kalau disana ga gaul gitu kalau dengerin musik bajakan di iPhone. Berasa malu banget mereka kalau sampai ketahuan muter lagu bajakan kayak kita-kita gitu. Nah, masalahnya layanan musik streaming disana bayar royalti yang lebih dikit ke label sama musisi.

Jelas aja, kan musik streaming kayak kita nyewa lagu. Bayar 9 dollar doang/bulan bisa dengerin lagu sepuasnya. Legal lagi. Siapa yang ga mau, kan? Apalagi biasanya musik streaming macem Spotify (salah satu layanan musik streaming paling populer di Amerika Sana) ngasi free trial selama sebulan pertama. Itu kan sama aja kayak musisi yang buat lagu yang kamu denger ga dibayar selama 1 bulan penuh.

Nah, Apple kan iri gitu ya sama Spofity, jadilah mereka bikin layanan musik streaming tandingan yang namanya Apple Music. Buat menarik pengguna, Apple Music bakal ngasi 3 bulan gratis buat yang daftar layanan mereka. Coba bayangin, siapa yang ga mau pake layanan yang ada “apple-aple” nya gitu? gratis lagi?

Ini sumber masalahnya. Taylor Swift itu ngerasa kalau free trial Apple Music itu kelamaan. Doi ngancem bakal nyabut albumnya yang “ 1898” dari database Apple. Bener sih. Mau makan apa coba mbak Taylor Swift kalau ga dibayar selama 3 bulan? Mungkin gitu kali ya mikirnya Taylor Swift. Padahal, kan tinggal telepon Kanda Fajar aja, langsung Kanda Fajar traktir deh. *ngarep*

Hebatnya lagi, ga sampe seminggu, pihak Apple nurut sama doi. Apple Music akhirnya ga jadi free trial selama 3 bulan. Keren memang kok, cewek satu ini. Udah cantik, musisi eh powerful banget lagi. Bukan cuma Apple, Spotify aja kalah kalau diancem sama si Taylor.

Pesan dari cerita ini adalah Kanda Fajar mau nunjukin ke kalian kalau nama itu ga sembarangan. Cuma denger kata “Taylor Swift” doang Apple sama Spofity langsung takut gitu. Brand  “Taylor Swift” itu kuat banget. Penjualan album fisiknya aja sampe tembus 1,2 juta kopi. Basis penggemarnya ada ratusan juta di dunia (termasuk Kanda Fajar). Kalau doi ngambek dan ga naro karyanya ke database Spofity sama Apple Music, penggemar-penggemar si cantik ini (termasuk Kanda Fajar) bakal ga pake layanan mereka lagi. Besoknya gulung tikar mereka.

Intinya sih kalau mau belajar branding ga usah yang ribet-ribet. Belajar aja dari mbak Taylor Swift. Dengerin semua lagunya dari mulai “Shake it Off” sampai “Bad Blood”, niscaya personal branding mu akan sepowerful dia, nak.

Buat yang masih ga percaya, coba aja nonton video clipnya yang berjudul Bad Blood

Iklan

2 thoughts on “Belajar Branding dari Taylor Swift

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s