FR Million Dollar Baby @america


Nonton film memang kegiatan yang menyenangkan. Apalagi buat anak kosan yang tiap hari  kepalanya sumpek ama tugas and organisasi. Perlu dong sekali-sekali otak kita biarin istirahat.

Nah, ini Kanda Fajar mau cerita soal film yang baru Kanda Fajar tonton di @america. Kebetulan lagi ada pemutaran film gratis gitu disana. Denger kata “gratis” Kanda Fajar langsung mandi dan siap-siap kesana. Filmnya keluaran lama. 2004 kalau ga salah. Tapi biar agak jadul, ceritanya sukses bikin Kanda Fajar yang sok tegar ini menutup mata tanda takut, kecewa, heran dan kagum. Sampai speechless  Kanda Fajar jadinya (makanya langsung bikin Field Report-nya).

Ceritanya tentang perempuan berusia 31 tahun bernama Margareth Fitzgerald yang mau jadi petinju. Ya kamu ga salah baca, JADI PETINJU DI USIA 31. Si Margareth yang sehari-hari kerjaannya jadi pelayan restaurant miskin berniat mengubah hidupnya dan keluarganya. Dia aja sampai makan makanan sisa pelanggan restaurantnya. Mending kalau masih bagus,dia itu makan makanan yang emang ga layak dimakan lagi. Dari situ dia berniat mengubah takdirnya. Jalan yang dia pilih adalah menjadi seorang petinju profesional.

Si Margareth latihan keras untuk mengubah hidupnya

Ternyata, menjadi petinju perempuan itu susah banget. Ga ada yang mau ngajarin atau nemenin doi latihan. Dia bahkan bela-belain nabung buat bisa bayar tempat latihan 6 bulan kedepan!!! Dia datang setip hari. Latihan terus ga tau salah, ga tau bener. Nah, karena doi itu gigih banget orangnya, akhirnya ada trainer yang mau ngelatih dia. Cerita si trainer ini juga lumayan tragis. Tapi kan ga mungkin diceritaiin disini. Jadi cerita si trainer kita skip.

Nah, habis ini premis cerita from zero to hero dimulai. Si Margareth jadi jago banget. Dia bahkan sering menang KO di ronde satu. Makanya jadi dikit lawan yang ngaiak tanding. Uang pun ngalir dengan sendirinya. Orang-orang manggil-mangil namanya keras-keras pas dia tanding. Akhirnya dia harus melawan lawannya yang terberat di sebuah pertandingan bergengsi. Lawannya curang banget. Udah mau kalah padahal, eh dia malah curang, nyerang Margareth pas lagi ga siap. Si Margareth jatuh dan lehernya kepentok kursi. Spinal chord- nya putus. Dia lumpuh seluruh badan.

Sedihnya lagi, ibu sama saudaranya ga kayak keluarga sama sekali. Dibeliin rumah sama Margareth, ibunya malah marah-marah. Takut ga dapet jaminan lagi dari pemerintah. Yang lebih parah, pas si Margareth lumpuh di rumah sakit, keluarganya tadi malah maksa dia tanda tangan kontrak buat ngambil hartanya dia. Nonton adegan kayak gini, Kanda Fajar cuma bisa hampir nangis, berharap semoga ini cuma ada di film. Jangan sampai ada kejadian kayak gini di kehidupan nyata. Jangan ada satu orang pun yang merasakan hal kayak gini. Sakitnya itu nusuk banget sampai ke ulu hati. Perih.

Karena lumpuh, kaki sama tangannya jadi lecet karena ga pernah digerakin. Rasanya dia lebih milih mati daripada hidup dengan bantuan alat terus-terusan. Trainernya tau keinginan Margareth untuk mati, tapi dia cegah terus. Si Margareth malah pernah gigit lidahnya sendiri sampe berdarah-darah biar cepet meninggal. Si trainer akhirnya mutusin buat membunuh membantu Margareth dengan ngasi racun lewat selang oksigennya. Margareth beristirahat dalam damai.

Akhir kata, penghargaan Oscar yang didapet film ini emang ga salah. Akting pemerannya top, total abis. Meaningnya dalem. Buat kamu yang galau karena cuma status jomblo, kamu bakal sadar setelah nonton film ini bahwa ada hal-hal yang lebih bikin hati ini sakit daripada “status jomblo”-mu. Makanya jangan cengeng. Terus maju dengan gigih *until you’ve got the shot cause everyone has lost one fight.

Iklan

One thought on “FR Million Dollar Baby @america

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s