Galau Pindah Kosan

Halooo semuanya!!!!!! Kanda Fajar mohon maaf lahir dan batin sama kalian soalnya sudah lama kanda Fajar ga ngepos lagi. Ya karena kesibukan kuliah dan satu lain hal lain baru sekarang kanda Fajar bisa posting lagi. Ok guys, keep reading ya.

Di Minggu ini kanda Fajar hampir pasti pindah kosan. Bukannya apa sih tapi kayaknya kosan yang baru lebih enak(ya pastilah, kalau gitu ngapain pindah). Dengan perbedaan harga yang ga jauh, kanda Fajar bisa dapat fasilitas yang mendukung pendidikan dan karir kanda Fajar. Pengenya sih cepet-cepet pindah tapi masalahnya, keluarga yang punya kosan tu baik banget. Sering ngasih makan, anaknya aja sering main ke kamar. Kan jadi ga enak hati buat pindah. Tapi kalau ga pindah juga repot. Kanda Fajar harus tersiksa secara mental akibat perbuatan laron-laron yang balapan di waktu malam. Belum lagi kadang ada kucing yang adu tinju ga tau tempat dan waktu. Agak-agak nyeremin jadinya.

Kanda Fajar jadi galau berat. Ini kayak makan buah simalakama. Butuh keberanian buat memilih pilihan yang tepat(lebay mode on). Tapi satu hal yang pasti, proses kepindahan harus secepatnya dilakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan(dan juga karena udah bayar DP-nya).

Semua anak rantau pasti pernah ngalamin fase-fase kayak gini. Bingung cari kosan, kalau udah dapet pengen pindah, terus bingung lagi, pindah lagi. Begitu seterusnya. Mungkin ini sudah bisa dibilang hobi kali. Satu hal yang pasti: kosan baru harus lebih enak dari yang lama. Itu prinsipnya. Ok kali ini kita daftar aja kriteria-kriteria kosan yang ideal itu:

1.Harga Terjangkau

Bukan tanpa alasan harga dapet nomor 1 di list ini. Harga memainkan peran krusial dalam setiap pemelihan suatu barang, tak terkecuali kosan. Sebagai anak kos, kita lebih pilih yang bagus tapi berkualitas daripada yang jelek tapi mahal kan?

2.Fasilitas

Fasilitas juga penting disini walaupun nanti bakal ga terlalu dipakai juga(kan sibuk urusan diluar). Tapi ketersediaan fasilitas yang memanjakan para koser pasti bikin kita suka sama ibu/bapak kosannya. Mau boker, WC-nya enak. Mau masak, kompor ada bahan ada. Kepanasan tinggal nyalain AC. Mau jalan tinggal pinjem motor. Mau makan kadang disediain…..

(sudah cukup. kalian mengkhayal terlalu tinggi)

3.Orang-orang di Kosannya

Ini sebenarnya ga penting-penting amat, tapi kalau cuma buat bikin postingannya jadi panjang, ya bolehlah. Hidup di kosan itu berarti hidup dalam masyarakat yang sebenarnya. Masyarakat multikultural dan heterogen. Ini artinya mereka bisa beda banget sama Kanda Fajar atau kalian. Jadi coba untuk mulai bergaul dengan orang-orang lama di kosan baru kalian. Kali-kali aja nanti bisa dapet gebetan(salah fokus)

 

Pelajaran bisnis 1: Ethic

ohhh…. lama banget ga posting. Maklum masih maba. jadi mulai sibuk sama perkuliahan. Baru masuk udah dikasi tugas aja. Tapi biasanya tugasnya masih enteng sih.

Karena kanda Fajar itu anak bisnis/management, kita bahas masalah bisnis/management juga yuk.

Sebenernya kanda Fajar dulu itu IPA, tapi karena kebiasaan baca koran sama majalah bisnis, jadinya keterusan ambil management. Satu hal yang menarik buat kanda Fajar itu adalah studi kasus. wuihhhh….itu seru banget kalau didebatin. Tapi memang kadang-kadang agak ngaco debatnya. Out of Topic.

Misalnya, tahu Enron. Kebanyakan pasti ga tahu, soalnya bidang kerjanya spesifik banget, perusahaan energi. Di Indonesia kan ga ada perusahaan model begini jadi jarang yang tahu.

Tapi, kasus Enron ini sampai sekarang pasti dijadiin rujukan buat jelasin business ethic. Soalnya scandalnya ngeri banget. Gini nih ceritanya (cerita berasal dari ingatan penulis yang ingatananya berasal dari baca majalah):

Enron itu salah satu perusahaan besar yang inovatif (soalnya pernah masuk forbes ato time gitu). Tapi, masalahnya para managernya berusaha memanipulasi laporan keuangannya (bahkan CEO nya aja ga dikasi tahu). Dari yang harusnya rugi, tapi dilaporkannya laba naik terus. Kejadiannya terjasi terus sampai sekitar 10 tahun. Akhirnya keuangan perususahaan ga bisa “bohong” lagi. Kerugiannya kebanyakan. Investor udah mulai curiga ada yang ga beres sma ini perusahaan. Sampe akhirnya publik udah ga  percaya lagi. Investor pergi. Partner Perusahaan pergi. Jadilah Enron bangkrut.

Dari sini bisa dilihat, etika itu penting. Sama pentingnya dengan kecerdasan. Dosen akuntansi kanda Fajar kemarin bllang gini “di dunia kerja itu, lebih banyak like and dislike nya. Subjektif. Makanya attitude kadang bisa mengalahkan achievement”.

Makanya kita yang mumpung masih maba ini harus pintar-pintar jaga sikap. Tapi belajar juga jangan ditinggal ya.